Relationship

Q&A: Hubungan Romansa Lintas SARA

Beberapa hari yang lalu, seorang alumni bertanya secara khusus pada saya di Glossy Spot (G-Spot), forum eksklusif alumni Hitman System. Seorang alumni meminta solusi atas permasalahan yang sedang beliau hadapi. Saya meminta ijin padanya untuk mempublikasikan Q&A tersebut untuk membuat Anda sedikit gundah dan memikirkan kembali mengenai hubungan romansa lintas SARA yang pernah saya tulis tempo hari.

Di bawah ini adalah versi yang sudah diedit demi formalitas bahasa, menyamarkan identitas, dan menghilangkan beberapa informasi sensitif.

******

“Kei, sejak ikut Hitman System sekarang saya sudah sangat berbeda, sudah bisa merasakan yang namanya punya SP (Steady Partner), bahkan lebih dari dua kalo mau hehe….. Thanks banget brother Kei. Anda instruktur favorit saya.. dan juga untuk semua support dari brothers yang lain tentunya, saya menjadi seseorang yang jauh lebih baik.

Tapi, saat ini saya sedang memiliki masalah yang hampir sama dengan tulisan Kei: Tentang Hubungan Romansa Lintas SARA

Saya akan coba jelaskan posisi saya dan apa yang saya rasakan.

Semuanya berawal ketika saya berkenalan dengan seorang cica, sebut saja namanya Sunny. Hanya butuh satu minggu bagi saya untuk menjalin hubungan yang spesial dengannya dan mengetahui semua hal terdalam dari dirinya, ini berkat konsep DRC (Deep Romantic Communication) yang sudah saya dapatkan dari Master Kei beberapa waktu yang lalu.

Dari pengalaman saya mengaplikasikan DRC, saya merasa jadi lebih bisa berempati, bersyukur, dan melihat masalah dari beberapa sudut pandang, membuat saya lebih dewasa dan tentunya menjadikan pribadi saya sebagai seorang pria yang dewasa. Paling tidak, begitulah komentar teman-teman saya 🙂

Singkat cerita, Saya dan Sunny semakin dekat, dan itu mungkin kesalahan terbesar saya… karena dia sudah memiliki kekasih. Hubungannya LDR (Long Distance Relationship) karena tinggal di kota yang berbeda dengan jarak yang jauh. Hubungan dengan pacarnya waktu itu sempat goyah, karena pacarnya ketahuan selingkuh.

Pelatihan Hitman System telah mengajarkan saya banyak hal, sehingga bagi Sunny, saya terasa berbeda dari semua pria yang pernah singgah dalam hatinya. Dia tipikal wanita yang selalu menjalani masa pacaran cukup lama, sampai umur 21 dia terhitung hanya tiga kali pacaran dan kisah percintaanya memang kurang begitu bagus.

Dia berasal dari keluarga broken home, tanpa orang tua dan harus menjalani hidup yang keras. Sejak dari remaja dia sudah dituntut untuk menghidupi dirinya sendiri, dan lagi hubungannya dengan keluarganya pun tidak harmonis. Karena itu, sebagian besar hidupnya penuh dengan tangis.

Ketika saya masuk dalam hidupnya dengan semua kualitas yang saya miliki, dia merasakan sebuah perubahan. Saya membawa keceriaan dalam hidupnya, dari mulutnya langsung dia pernah berkata, “Aku merasa seperti bukan diriku sendiri, ketika aku sedang sama kamu..”

Dan ini salah satu kesalahan saya.. karena saya tahu hubungan kami akan sulit untuk dijalani. Saya terlahir di keluarga Islam yang begitu religius, yang memegang agama dengan kuat, begitu juga dengan Sunny, dia adalah seorang Kristen yang taat. Saya pribumi, sedangkan dia keturunan Chinese.

Kita sama-sama tahu kalau hubungan ini bakalan sulit. Sering terlintas kata-kata dari mulutnya, “Aku bakalan sulit ngelupain kamu..”

Dan kebodohan saya yang lain adalah, saya sering melempar candaan yang seperti impian, misalnya: “Kita kalau jalan begini kayak pasangan muda yah.. (sambil menggandeng tangannya)”.

Kei, barusan dia bilang kalo dia ingin memutuskan hubungan dengan pacarnya..

Jujur, pernah terlintas dalam benak saya untuk meninggalkannya karena saya tidak ingin masalah ini jadi berlarut-larut, tapi hubungan kami sudah sangat dalam. Saya sangat menyayangi dirinya, dan rasa itu membuat saya tidak bisa meninggalkannya. Apalagi saat ini dia benar-benar sendirian dan membutuhkan saya.

Saya sadar bahwa saya tidak bisa jadi superhero, tapi saya tidak bisa memungkiri perasaan saya padanya..

Brothers semua, apa yang harus saya lakukan? Kei, saya mohon petunjuknya…”

– Leaon

******

Berikut ini adalah jawaban saya atas pertanyaan Leaon:

“Leaon, saya mungkin tidak begitu bisa memberikan solusi yang akurat karena ada begitu banyak faktor yang hanya bisa dianalisa oleh diri Anda sendiri. Yang membuat masalah ini menjadi sangat berat dan sulit adalah karena sumber permasalahannya merupakan FAKTOR EKSTERNAL yang tidak bisa kita kendalikan: orang tua, keluarga besar, budaya dan agama.

Berbeda dengan masalah pribadi diri sendiri yang sifatnya psikologis dan emosional seperti patah hati, minder, atau insecurity, masalah lintas SARA adalah masalah yang biasanya melibatkan banyak pihak. Ini yang membuatnya begitu rumit.

Karena sangat berpengaruh pada faktor eksternal, maka tidak ada metode paling tepat untuk mengatasi masalah ini. Saya sudah banyak melihat pasangan lintas SARA yang akhirnya menikah dan bahagia, beberapa di antaranya sahabat-sahabat dekat saya sendiri. Tapi saya juga sudah melihat begitu banyak pasangan hancur berantakan dan menangis pilu gara-gara hal ini.

Saran yang bisa saya berikan untuk Anda saat ini adalah:

ANALISA POSITIF NEGATIF-NYA DENGAN JELAS

Apa yang akan terjadi bila Anda melanjutkan hubungan ini? Patah hati? Sakit hati? Kekecewaan? Kebahagiaan? Kepuasan? Apa yang akan Anda dapat? Untuk itu jelas Anda perlu sedikit mengobrol dengan orang tua Anda, tidak perlu memberi tahu segala macam detil, cukup buka wacana dan bertanya saja: “Mam, misalkan saya pacaran dengan yang berbeda agama dan ras, gimana?”

Lihat reaksi mereka.. Anda yang paling mengenal orang tua Anda sendiri, jadi cuma Anda yang bisa tahu apakah ada kemungkinan untuk mengusahakan hubungan ini atau tidak. Dan pastikan, pasangan Anda juga melakukan hal yang sama: bicara dengan pihak keluarganya..

Bila Anda pikir hubungan ini layak dan pantas untuk diperjuangkan dengan segala pengorbanan yang akan Anda alami, maka silakan Anda lanjutkan. Tapi, kalau Anda merasa tidak mungkin melanjutkan dan lebih baik mundur, maka lakukan sesegera mungkin sebelum segalanya menjadi lebih berat dan semakin rumit..

Setiap orang berhak untuk bahagia. Ini bukan soal egois, ini bukan soal tidak berani berjuang, dsb. Ini soal memutuskan yang terbaik untuk diri Anda dan dirinya. Demi masa depan Anda dan dirinya. Tidak ada yang salah dengan itu.

TEGAS DAN TEGAR DENGAN KEPUTUSAN YANG DIAMBIL

Bila Anda dan partner Anda memutuskan untuk GO FOR IT dan melanjutkan hubungan ini. PERTAHANKAN HINGGA TITIK DARAH PENGHABISAN!

Karena Anda dan dia sudah pasti akan menghabiskan begitu banyak investasi waktu, emosi, tenaga, pikiran, dan perasaan, yang akan terbuang percuma kalau Anda tidak perjuangkan ini hingga akhir. Semuanya jadi sia-sia belaka dan hanya akan jadi penyesalan. Buat janji komitmen berdua dengan pasangan Anda, dan lakukan segala macam cara untuk memperjuangkan hubungan ini. Dan tentunya, nikmati dan hargai setiap waktu yang dihabiskan berdua.

Karena Anda pria, jelas tanggung jawab terbesar ada di tangan Anda. Hubungan tidak akan selalu berjalan mulus, dan partner Anda mungkin akan merasa ragu di tengah jalan. Akan ada banyak drama, pertentangan, tekanan dari pihak orang tua dan keluarga, belum lagi lingkaran sosial Anda yang tidak setuju, dsb.

Anda harus jadi PRIA YANG TEGAR! Itu tugas terbesar Anda.

Apakah Anda sudah siap?

Atau, bila Anda memutuskan untuk mundur dan menjadikan hubungan ini sebuah kenangan manis sesaat saja, maka Anda juga harus KUAT dan jangan pernah lagi MENENGOK KE BELAKANG. Anda harus merelakan dan melupakan hubungan ini. Dengan kata lain, Anda benar-benar tidak boleh berhubungan dengannya lagi.

Jaga jarak, menjauh dari hidupnya, jelas tidak boleh lagi gandengan, jalan berdua, kiss, dan semua aktifitas intim yang biasa Anda lakukan. Anda TIDAK BOLEH BERGEMING bila dia memohon-mohon dan menangis untuk melanjutkan hubungan ini.

Mengapa ini penting sekali? Karena bila Anda LEMBEK dan tidak bisa tegar, maka masalah ini akan terus berputar-putar dan menyeret Anda berdua dalam penderitaan emosional yang sangat destruktif. Bila Anda tidak bisa teguh pada keputusan Anda, maka masalah ini TIDAK AKAN pernah bisa selesai. Hidup Anda dan dia akan hancur berantakan!

It’s tough. But if it’s the best for you and her, then you must be strong..

Anda yang paling tahu di mana posisi Anda sekarang, bagaimana situasi dan kondisi hubungan Anda dan dia, keluarga Anda, keluarga dia, dan semua faktor yang bisa memperburuk atau membuat keadaan jadi lebih baik. Ambil waktu, pikirkan dengan baik, dan putuskan yang terbaik.

We’re here to support you.”

******

Masalahnya terlihat cukup pelik, namun sebenarnya cukup umum. Saya yakin, di sekitar Anda pun kerap terjadi hal yang seperti ini. Mungkin Anda pun pernah mengalaminya.

Saya mengerti bahwa setiap orang memiliki opininya masing-masing mengenai masalah ini. Banyak yang berpendapat bahwa cinta harus diperjuangkan tanpa mengenal perbedaan, namun juga banyak yang bersikeras bahwa SARA harus dipegang teguh untuk kebaikan bersama kedua belah pihak.

Apapun pendapat Anda, saya tidak akan memberikan argumentasi. Saya hanya ingin membuka wacana diskusi bagi kita semua untuk memikirkan kembali dinamika sosial di sekitar kita.

Bila Anda berada dalam posisi Leaon, apa yang akan anda lakukan?

Sahabat Anda,

Kei Savourie

*Semua cerita di blog ini adalah kisah nyata, tapi semua nama disamarkan untuk melindungi privasi orang-orang yang bersangkutan.