Journey

Pengalaman Seru: Road Trip Nyetir Sendiri Keliling Iceland

Oktober 2016 saya dan istri honey moon ke London dan Iceland setelah menikah tanpa resepsi yang sempat viral di social media. Dari sejak pulang trip sebenarnya ingin menulis blog ini tapi belum kesampaian (baca: males), tapi beberapa hari ini postingan saya di grup Facebook Backpacker International tiba-tiba ramai lagi. Saya jadi semangat untuk menyelesaikan entri ini.

Kami traveling selama 18 hari: 6 hari jalan-jalan di London, 10 hari road trip keliling Iceland dan 2 hari tidur di pesawat. Cerita dan info tentang London akan saya tulis di artikel terpisah (kalau niat). Artikel kali ini khusus tentang info perjalanan dan road trip di Iceland.

Tentang Iceland

Tujuan utama saya dan istri adalah mencoret salah satu bucket list kami: melihat aurora borealis. Selain itu, kami juga ingin melihat langsung salah satu negara sosialis demokrat di wilayah Scandinavia yang berada di urutan atas negara-negara paling maju, paling makmur, dan paling damai, yang katanya penduduknya paling bahagia di dunia.

Dari Jakarta saya mampir ke London dulu sebelum ke Iceland. Selama 3 hari di London saya dan istri terkagum-kagum dengan suasana dan arsitektur London yang megah, setiap jengkalnya luar biasa pekat oleh budaya dan sejarah. Tapi segala ketakjuban kami pada London langsung lenyap sirna begitu sampai di Iceland.

Begitu saya mulai nyetir mobil ke luar Reykjavik (baca: rei-kya-vik), di depan mata ada gunung salju menjulang, di sebelah kanan ada domba-domba berlarian di padang rumput, dan di sebelah kiri ada laut berkilauan kena sinar matahari. Melihat alam luas begitu, jiwa ini jadi bebas lepas rasanya. London langsung terlupakan dalam sekejap. ICELAND JAUH JAUH JAUHHH LEBIH AMAZING!

Iceland mungkin adalah tempat Tuhan bereksperimen sebelum menciptakan bagian bumi yang lain.

Bebatuan lumut bekas lava vulkanik, seperti berada di planet lain.

Selain pemandangan, saya juga beruntung bisa 3 kali melihat aurora selama di Islandia (tips berburu aurora bisa dibaca di artikel ini). Semua pengalaman tersebut begitu ajaib rasanya seperti mimpi kalau diingat-ingat, kok bisa saya nyetir di tengah hamparan salju di tanah terpencil di ujung dunia. Seperti halusinasi yang absurd. Kalau tidak ada bukti foto-foto dan video, mungkin saya tidak percaya sudah mengalami itu semua.

Bahasa resmi Iceland adalah Islenska, tapi SEMUA orang di sana bisa ngomong English dengan sangat fasih. Jadi nggak perlu bingung soal komunikasi, asal kamu bisa English (belepotan pun nggak masalah), semua orang ngerti kok.

Info road trip di Iceland

Setelah baca-baca banyak pengalaman traveler lain yang sudah ke Iceland, cara paling asik untuk jalan-jalan di sana adalah dengan menyewa mobil dan road trip nyetir sendiri keliling Iceland. Karena populasi manusia yang sedikit, jadi transportasi umum di sana kurang memadai. Semua orang di Iceland punya mobil sendiri. Tidak ada kereta antar kota, bus umum pun sedikit yang beroperasi.

Road trip di Iceland itu gampang banget karena kamu tinggal ngikutin Ring Road, jalan utama yang menghubungkan kota-kota utama dan melingkar mengelilingi negara tersebut tanpa putus.

Beneran literally muterin Iceland.

Garis merah adalah jalan utama Ring Road.

Untuk bisa muterin Ring Road dan mampir ke tempat-tempat bagus, kamu butuh waktu minimal 7 hari, itu juga sudah sangat mepet. Saya kemarin menghabiskan 10 hari 9 malam di jalan, dan itu pun banyak sekali tempat yang tidak sempat saya kunjungi. Kalau kamu ingin jalan santai dan mampir ke banyak tempat sampai puas, sisihkan waktu paling tidak 14 hari.

Kalau ingin lebih hemat biaya, bisa saja sih menyusun itinerary dan booking sendiri satu per satu penginapan termurah di tiap kota untuk tiap malam. Tapi jelas bakal ribet banget, apalagi kita tidak tau lokasinya seperti apa, kota mana saja yang mau dikunjungi, jaraknya seberapa jauh, dll. Saya dan istri menyebut diri kami “lazypacker”, traveler yang pemalas. Malas ribet dan malas menghitung. Jadi saya ambil cara yang gampang saja.

Ambil paket self-drive tour

Saya memesan paket self-drive Pearls of Iceland Tour (10 hari 9 malam) di Islandshotel, lengkap dengan tiket whale watching (melihat ikan paus langsung di laut), glacier walking (mendaki bongkahan es raksasa) dan SIM card 4G untuk konek internet. Paket tersebut juga menyediakan sewa mobil untuk tour tersebut, tapi saya tidak ambil. Untuk sewa mobil saya pakai rental lain yang lebih murah.

Islandshotel punya jaringan hotel di seluruh Iceland, kalau kamu ambil paket seperti yang saya ambil, kamu akan dipesankan kamar di 9 hotel di kota yang berbeda-beda untuk 9 malam. Malam pertama kamu nginap di Reykyavik lalu besoknya pindah ke kota berikutnya, lalu besoknya pindah lagi, begitu terus pindah-pindah kota muterin Iceland, dan di hari terakhir kamu akan sampai lagi ke titik awal di Reykjavik!

Semua akomodasi sudah diatur oleh pihak hotel. Penjelasan lengkap mengenai rute perjalanan dan tempat-tempat yang bisa dikunjungi dikirim lewat email dalam format PDF, kita tinggal lihat dari smartphone dan ikuti saja rute yang diinginkan. Untuk download file PDF-nya dan info rute perjalanan saya, semua ada di artikel ini.

Sewa mobil di Iceland gampang kok, bisa langsung booking online. Dari Jakarta saya sudah menyewa mobil di Avis Budget dan ketika sampai di Reykjavik, saya dijemput ke kantor mereka untuk mengambil mobil dan menyelesaikan administrasi.

Biaya sewa yang saya bayar sebenarnya sudah termasuk asuransi kecelakaan, tapi di kantor Avis saya ditawarkan asuransi lagi untuk kaca mobil. Menurut si mbak bule yang bertugas di meja admin, kecelakaan paling umum adalah kaca mobil pecah kena kerikil akibat roda mobil yang ngebut.

Karena saya turis newbie yang masih bego, jadi saya iyakan saja. Daripada kenapa-napa nanti malah habis biaya besar, begitu pikir saya. Harga asuransinya EUR 35/hari, berarti saya harus bayar EUR 350 untuk 10 hari (kurang lebih IDR 4,9 juta). Selama 10 hari di jalan ternyata kaca mobil saya TIDAK LECET SAMA SEKALI! Kalau kamu mau menghemat dan berani ambil risiko, lebih baik tidak usah pakai asuransi.

SIM Indonesia berlaku di Iceland!

Selain mengecek email konfirmasi booking, menawarkan asuransi, mbak admin juga mengecek SIM saya. Iceland itu negara yang industri pariwisatanya sangat maju, jadi segala sesuatu dipermudah bagi turis, termasuk urusan izin mengemudi. Gak pake ribet, gak pake lama.

Tidak perlu punya SIM internasional atau surat keterangan apapun, cukup bawa SIM A Indonesia saja. Yang penting fotonya jelas  dan masa berlakunya masih lama. Semua SIM yang ditulis dengan alfabet Latin boleh dipakai untuk mengemudi di sana.

Untung bahasa Indonesia pakai huruf Latin, bukan Sansekerta!

Wajib sewa GPS

Sambil menjelaskan segala macam hal tentang peraturan sewa mobil, mbak admin berbasa-basi dengan saya.

“Saya dengar di Indonesia sering banjir ya?” dia bertanya.

“Yah setahun sekali lah banjir, pas musim hujan…” saya menjawab dengan malu karena yang dia tau tentang Indonesia adalah banjirnya.

“Ke Iceland sama siapa?”

“Sama istri, tuh lagi nunggu di situ”, sambil nunjuk ke sang istri yang lagi main HP, “Kita baru menikah, ini lagi bulan madu.”

“Oh wow, congratulations! Kalau gitu saya kasih sesuatu sebagai hadiah pernikahan”, lalu dia buka-buka laci dan keluarin Garmin GPS buat di mobil, “Ini saya kasih gratis, khusus buat kalian berdua”.

Saya kaget, tidak menyangka bakal dikasih pinjam GPS gratis, “Eh serius nih??? Wah, makasih banget, mbak!” Baik juga ternyata doi, padahal sewa GPS harganya USD 15/hari loh.

Kalau kata orang tua, ganteng itu bawa hoki, ternyata ada benarnya.

Tadinya rencana mau pakai Google maps saja untuk navigasi. Tapi sepanjang perjalanan selama 10 hari, GPS benar-benar membantu banget, karena ternyata sinyal data selular di Iceland tidak secanggih dugaan saya. Setiap lewatin pegunungan pasti sinyal hilang lenyap. Meskipun jalan utama Ring Road mudah ditelusuri, tapi kalau ingin mengunjungi tempat-tempat bagus (air terjun, taman nasional, dsb) harus keluar dari jalan utama. Kalau tidak ada GPS waktu pasti terbuang banyak untuk nyasar dan nyari jalan.

Ban salju untuk winter

Selesai urusan administrasi, kami diantar ke mobilnya, Skoda Fabia warna topaz brown. Begitu duduk di kursi supir saya langsung bingung. Semua tombol, simbol dan tuas di dashboard terlihat asing. Untung sama petugasnya dijelasin semua, doi kasih tau kalau lampu mobil harus selalu nyala, doi juga bilang bahwa ban sudah diganti dengan ban khusus winter yang ada pakunya, karena kalau winter jalanan bisa beku. Kalau ingin berburu aurora harus pergi saat musim dingin (Oktober-Maret).

Mobilnya enak banget. Padahal saya sewa yang paling murah, tapi jauh lebih enak dari Honda Jazz saya di Jakarta. Stabil, kokoh, dan ngebutnya gak berasa, padahal angin di Iceland ganas banget. Kalau nyetir Avanza di Iceland sudah pasti terbang ditiup angin.

Banyak yang bertanya pada saya, apa nggak licin nyetir di jalanan salju? Nggak tuh. Karena pakai ban khusus, saya tidak pernah sekalipun merasa licin atau selip. Malah saking nggak berasanya, meski jalan bersalju sering gak terasa sudah ngebut 100 km/jam. Pas nyadar, baru deh ngeri sendiri dan injek rem supaya agak pelan.

Iceland setirnya di kiri

Mobil di Iceland setirnya di kiri, jalannya di jalur kanan. Pertama kali saya mencoba jalan, rasanya aneh. Pelan-pelan saya keluar dari area parkir sambil membiasakan diri. Awal-awal bawaannya mau jalan ke kiri terus.

Setir kiri ternyata tidak sesusah yang dibayangkan.

Setir kiri nggak terlalu susah kok, setelah 1-2 jam juga sudah terbiasa, justru yang lebih susah buat saya adalah: tuas lampu sein dan wiper kaca yang terbalik dengan mobil Indonesia. Bahkan sampai terakhir 10 hari nyetir di sana, saya masih suka belibet, ingin nyalain lampu sein malah wiper yang nyala atau sebaliknya.

Tips road trip di Iceland

Populasi Islandia sekitar 300.000 jiwa (hanya 0,1% dari populasi Indonesia) dan hampir setengahnya tinggal di ibukota Reykjavik. Begitu keluar dari Reykjavik, bisa berkilo-kilometer baru melihat pemukiman lagi. Bahkan mobil yang lewat pun jarang, bisa berjam-jam baru ketemu mobil lain. Hanya ada pemandangan alam yang luar biasa. Jadi gak perlu takut nyetir di Iceland, karena Ring Road sepi banget pas low season (Oktober-Maret).

Jalanannya juga mulus banget, gak perlu khawatir tiba-tiba ada lubang di jalan. Beda banget lah sama di Indonesia. Kalau di Jakarta nyetir bikin stress, kalau di Iceland nyetir malah bikin relax dan enjoy. Berikut ini beberapa tips kalau mau road trip di Iceland:

1. Safety is number one

Dari segi kriminalitas, Iceland sangat sangat aman. Yang paling mungkin terjadi adalah kecelakaan akibat alam. 10 hari perjalanan saya sih sangat lancar, tapi kalau kamu mau keliling Iceland harus berjaga-jaga karena kamu bisanyetir di pegunungan benar-benar sendirian tidak ada siapapun. Wajib sewa SIM card agar bisa menelpon 112 nomer darurat kalau ada apa-apa. Selalu cek kondisi jalan dan cuaca di website http://www.road.is/ setiap hari sebelum berangkat.

2. Jangan lupa minta peta

Di tempat rental mobil, jangan lupa minta peta. Meskipun ada GPS atau Google maps, tapi peta kertas sangat berguna untuk mengetahui posisi kamu sedang ada di mana. Kelebihan peta kertas adalah adanya info tempat-tempat penting seperti pom bensin, toilet umum, tempat camping, tempat wisata, dan penginapan.

3. Isi bensin setiap ketemu pom

Nyetir keliling Iceland bisa ratusan kilometer hanya ada pemandangan alam, tidak ada pemukiman manusia, apalagi  pom bensin. Kadang-kadang ada sih pom bensin tanpa manusia di tengah gunung antah berantah dan kamu bisa isi bensin di situ.  Tapi kamu tidak tau kapan bakal ada pom bensin lagi.  Jadi setiap ketemu pom bensin, isi sampai penuh!

Isi bensin di Iceland gampang kok. Cukup beli kartu prabayar N1 di minimart yang ada di pom bensin, lalu kita isi sendiri di mesinnya. Masukan kartunya dulu, baru ambil selangnya. Selangnya otomatis kok, kalau tangki mobil full dia otomatis berhenti. Beli kartu N1 jangan pas-pasan, sediakan juga cadangan just in case nanti butuh di tengah jalan.

Mata uang Iceland adalah Icelandic krona (ISK). ISK 1 itu sekitar IDR 134. Untuk isi full tangki mobil butuh sekitar 5000 ISK atau sekitar IDR 670.000. Saya gak pernah menghitung bensin per liternya berapa, jadi ini harga kira-kira saja. Untuk budget road trip Iceland bisa dibaca di artikel ini.

4. Hati-hati jembatan sempit

Rambu-rambu seperti ini tandanya ada jembatan di depan.

Iceland punya peraturan aneh. Meskipun jalanannya 2 lajur, tapi kalau melewati jembatan hanya ada 1 lajur. Hanya cukup untuk 1 mobil. Ini aneh banget. Kalau pas ada mobil dari sisi sana mau nyeberang juga, berarti kamu harus gantian ngelewatin jembatan tersebut. Jangan sampai lupa loh, terutama kalau sudah gelap kadang suka gak kelihatan dari jauh kalau ada jembatan.

6. Tidak ada lampu jalan

Musim dingin di Iceland berarti siangnya jadi pendek. Matahari mulai muncul jam 10 pagi dan terbenam jam 5 sore. Kalau siang sih asik nyetir di Iceland, pemandangan sepanjang jalan. Tapi begitu matahari terbenam, jalanan jadi gelap gulita. Iceland negara yang sangat hemat energi, jadi lampu jalan pun tidak ada. Buat kamu yang sulit nyetir kalau malam, ini bisa jadi pertimbangan.

7. Perhatikan jalanan non-aspal

Jalan utama Ring Road semuanya beraspal dan mulus banget, tapi ada beberapa cabang jalan yang tidak beraspal. Masih termasuk jalan utama sih, tapi jalanannya dari tanah dan bebatuan. Entah kenapa tidak diaspal, saya juga tidak tahu. Jalan beraspal atau non-aspal bisa dilihat di peta dengan jelas, silakan kamu tentukan sendiri rutenya.

8. Parkir di dalam kota tidak gratis

Kalau di luar kota sih kamu bisa berhenti di pinggir jalan mana saja. Tapi begitu masuk kota, parkir mobil jadi agak ribet. Perhatikan rambu-rambu parkir dan bagaimana peraturan bayarnya. Saya pernah sekali dapat surat tilang karena tidak tahu harus bayar parkir. Bayar tilang juga gampang banget di sana, langsung ke bank saja kasih suratnya, bayar dendanya, beres!

Alternatif yang lebih murah

Metode road trip yang saya jalankan memang relatif lebih mahal dibandingkan kalau kamu booking sendiri penginapan dan cari yang murah seperti hostel. Kalau kamu ingin jauh lebih berhemat lagi, kamu bisa coba pakai camper van.

Camper van adalah mobil yang sudah dimodifikasi jadi bisa buat tempat tidur. Dengan road trip pakai camper van, kamu bisa hemat biaya hotel karena kamu bisa tidur di mana saja! Kamu bisa sewa online salah satunya lewat www.campervaniceland.com.

Seru sih kayaknya, tapi sempit banget.

Di seluruh Iceland juga disediakan banyak area camping, lengkap dengan toilet dan air bersih. Kalau mau mandi juga gampang. Orang Iceland hobinya berendem air panas, jadi di semua kota yang kamu kunjungi pasti ada pemandian air panas atau kolam renang.

Saya tidak pakai camper van karena saya susah tidur, apalagi  kalau tempat tidurnya kurang enak dan sempit, lagipula istri saya menuntut toilet yang  memadai supaya bisa mandi dan buang air dengan nyaman. Tapi kalau kamu tidak peduli dengan hal sepele seperti itu, camper van ini bisa jadi alternatif murah meriah. Atau kamu bisa juga kombinasikan, misalnya tidur di camper van tapi 3 hari sekali nginep di hotel supaya bisa tidur dengan nyaman. Semua tergantung preferensi (dan budget tentunya).